Tampilkan postingan dengan label Software. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Software. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Agustus 2017

Cara Install Linux Dengan Flashdisk (Semua Jenis Distro)


Kalau dulu komputer identik dengan power supply, CPU dan monitor; sekarang komputer juga mencakup perangkat serupa yang lebih portabel. Ya, benar. Laptop.

Belum cukup di situ, perkembangan teknologi semikonduktor semakin canggih, memungkinkan terciptanya perangkat mikro di sekitar kita. Apalagi, dengan melihat keadaan bumi seperti sekarang, akhrinya menuntut para ilmuwan untuk segera mengakselerasi kerjanya dalam mengembangkan energi terbarukan dan juga meminimalisir penggunaan listrik pada perangkat elektronik.

Karena alasan itulah notebook perangkat IoT diciptakan sebagai penerus laptop. Selain lebih portabel, notebook juga lebih hemat energi tentunya. Tapi kali ini kita tidak akan membahas laptop ataupun notebook, ya.

Karena semakin kecil, beberapa fitur terpaksa harus ditiadakan. Contohnya saja perangkat CD/DVD. Sedangkan kita tahu bahwa di luar sana semua jenis sistem operasi yang bebas didownload umumnya hanya akan memberikan paket dalam bentuk file ISO yang nantinya harus dibakar ke CD/DVD kosong.

Tenang saja, bagi kalian yang merasa instalasi melalui CD/DVD tidak memungkinkan, kalian masih bisa melakukan instalasi melalui USB Flashdisk. Meski semua paket installer sistem operasi hanya tersedia dalam bentuk file ISO, semua developer sudah mempertimbangkan keberadaan perangkat yang tidak memungkinkan proses instalasi melalui CD/DVD, kok. Makanya, semua ISO tersebut sebagian besar sudah dibuat kompatibel dengan standar untuk instalasi USB flashdisk.

To the point saja, ya. Intinya, hampir semua file installer bisa diekstrak ke flashdisk. Tapi tidak sembarangan. Ada hal teknis yang perlu diperhatikan. Kita tidak akan membahas hal itu, karena beberapa software sudah tersedia untuk menaruh ISO ke USB flashdisk serta mengurus semua hal teknisnya.

Salah satu software yang populer untuk membuat installer distro Linux untuk USB flashdisk adalah YUMI. Ada juga yang namanya Universal USB Installer. Baik YUMI atapun UUI, prinsip kerjanya sama. Keduanya bisa digunakan untuk membuat installer distro Linux yang dapat berjalan melalui USB flashdisk.

Screenshot di atas adalah tampilan dari software YUMI. Jika diperhatikan software Universal USB Installer memiliki cara kerja dan tampilan yang tidak jauh berbeda.

Berikut adalah prosedur penggunaan YUMI untuk membuat installer distro Linux via USB flashdisk.
1. Download YUMI di sini.
2. Buka programnya
3. Klik tombol Agree.
4. Lihat screenshot di atas. Pertama, pilih lokasi flahdisk anda dengan benar, misalnya G:. Jika tidak ada di opsi tersebut, centang opsi Show All Drives. Kedua, pilih jenis distro yang ingin di install. Ketiga, pillih file ISO yang sudah didownload. Terakhir, klik Create.
5. Setelah klik Create, anda akan melihat message box konfirmasi seperti di bawah ini.


6. Langsung saja, klik Yes pada pesan tersebut dan tunggu sampai proses selesai.

Selamat mencoba :)

Read more

Jumat, 04 Agustus 2017

Cara Mengakses File System Linux di Windows

Sebagai sistem operasi yang masih kalah populer dengan Windows, banyak hal di Linux yang masih harus mengadaptasi dari Windows. Akan tetapi Windows tidak sinergis dengan upaya Linux untuk menjaga portabilitas tiap komponen sistemnya. Misalnya, Linux mengimplementasikan dukungan file system FAT dan NTFS, akan tetapi Windows sama sekali tidak memberikan dukungan terhadap file system EXT secara official.

Perbedaan arsitektur sistem antara Linux dan Windows terasa begitu pekat. Sehingga pengguna awam yang sudah terbiasa dengan lingkungan Windows biasanya akan memilih melakukan instalasi dual-boot. Alasan umumnya adalah karena masih banyak aplikasi yang biasa digunakan di Windows belum ada di Linux, atau karena belum ada aplikasi serupa yang memiliki fitur sekelasnya.

Developer yang banyak terjun di lingkungan Linux cenderung memiliki pola pikir ke arah open source. Pengerjaannya pun masih dilakukang disela jam kerja. Ini bisa jadi adalah faktor pemicu terbengkalainya proyek aplikasi yang ada.

Kelemahan Linux seperti yang disebutkan di atas membuat pengguna masih sedikit enggan dan berat meninggalkan Windows. Meski begitu, pengguna yang sudah lama belajar Linux semakin yakin bahwa setiap OS memiliki sisi kelebihan sendiri. Dalam masa transisi, kesulitan yang biasanya terjadi adalah ketika pngguna ingin mengakses file dari partisi Linux (Extended File System / EXT) dari Windows.

Meski dukungan file system EXT tidak disediakan, driver file system ext2/ext3/ext4 ternyata juga ada yang dikembangkan secara non-official. Salah satunya yang populer adalah Ext2fsd project. Dengan cara menginstal Ext2fsd, kita akan dapat mengakses file system Ext2/Ext3/Ext4 dari Windows.

Sebenarnya Ext2fsd hanya memberi dukungan lebih lengkap terhadap Ext2. Akan tetapi Ext3 dan Ext4 masih memiliki korelasi dekat dengan Ext2, sehinga metode aksesnya pun tidak beda jauh. Sehingga dengan Ext2fs kita bisa mengakses semua varian Extended file system; dengan pengecualian dukungan terbtas untuk file system selain Ext2.


Untuk memulai akses, buka Ext2 Volume Manager. Klik kanan partisi Linux yang hendak diakses. Pilihlah menu Assign drive letter. Sekarang, partisi tersebut langsung bisa diakses dari File Explorer.

Selamat mencoba :)
Read more

Selasa, 20 Juni 2017

Software Untuk Cek Backlink Blog Link Exchange / Tukeran Link

Reputasi blog bisa ditingkatkan dengan meningkatkan jumlah backlink berkualitas di situs lain. Salah satu upaya paling mudah untuk mendapatkannya adalah melalui program tukeran link / bertukar link / link exchange. Sistemnya cukup  sederhana; kita menaruh link blog orang lain di blog kita dan orang tersebut menaruh link blog kita di blognya.

Tapi, saat kegiatan promosi link exchange dilakukan secara masiv, misalnya dengan promosi grup blogger, akan ada peluang dirugikan lebih besar. Blogger lain yang telah bersedia menjalin kerjasama link exchange dapat saja menghapus link kita sewaktu-waktu. Apalagi setelah tahu bahwa backlink kita sudah cukup banyak, mungkin kita akan semakin rentan dikelabuhi.


Solusinya, saya menciptakan software sederhana bernama Backlink Checker. Software ini akan memeriksa list URL halaman blog teman di mana link blog Anda ditempatkan. Cukup tambahkan daftar link dan mengklik tombol Add. Lalu klik Scan links.

Software ini bisa berjalan pada Windows, Linux ataupun Mac. Asalkan sistem tersebut sudah terinstall Java.


Tidak perlu mengetik ulang jika anda butuh melakukan pemeriksaan ulang, karena list tersebut bisa disimpan dan diload mellui menu File.

Selamat mencoba :)
Read more

Link Download Visual Studio Versi Lama (2008, 2010, 2012, 2013, 2015)


Microsoft sangat peduli dengan perkembangan teknologi dunia. Ini dibuktikan dengan adanya produk Visual Studio yang telah dihadirkan secara rutin. Bahkan tersedia pula versi Community Edition yang bisa diperoleh secara gratis.

Programmer yang masih awam dengan visual studio biasanya akan langsung mengunduh Visual Studio versi terbaru. Padahal belum tentu sesuai dengan spesifikasi laptop yang sedang digunakan. Kalaupun cocok, biasanya program berjalan lebih lambat. Mungkin dengan versi yang lebih jadul, lemot ini bisa diatasi. Tapi, dimana kita bisa memperoleh visual studio versi lama? Jawabannya ada di program Visual Studio Dev Essentials.

Agar dapat mengakses program Visual Studio Dev Essentials tersebut, kita cukup harus mendaftarkan diri sebagai subscriber (LINK DAFTAR).


Bukan hanya Visual Studio, di sini kita bisa memperoleh berbagai macam tool yang berkenaan dengan kebutuhan developer. Dengan memiliki akun tersebut, kita bukan hanya bisa memperoleh tools versi terbaru, tapi juga versi terdahulu yang masih diberi dukungan oleh pihak Microsoft.

Yuk, tunggu apa lagi. Segera daftar sebaga subscriber, guys.

Read more

Selasa, 14 Februari 2017

Cara Mempopulerkan Software Buatan Sendiri


Jika anda membaca ini, sudah jelas anda seorang programmer atau developer perangkat lunak. Beruntung sekali anda menemukan tulisan ini, karena ini semua ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Jadi, jika anda masih ragu untuk mempublikasikan software anda, mudah-mudahan setelah anda membaca, anda akan segera mendapatkan gambaran sekaligus pencerahan. Oke, yuk, langsung saja disimak baik-baik.

1. Pastikan rilis software bebas bug, meskipun itu versi awal
Sedini apapun software anda, jangan pernah minder. Versi hanyalah sebatas angka, baik-buruknya tidak bisa dinilai tanpa mencobanya. Jangan biarkan user kecewa karena menghabiskan waktunya dengan rilis software yang masih belum siap publikasi. Justru, rilis pertama harus menjadi rilis yang perlu banyak waktu serius di awalnya. Rilis pertama adalah di mana anda menyajikan fitur-fitur yang akan menjadi keunikan produk anda.

2. Buat website support dengan kontak yang mudah dihubungi
Setelah produk anda dapat terlirik keistimewaannya, mulai dari satu atau dua pengguna akan mulai melirik si developer, yaitu anda sendiri. Bahkan, tak tanggung-tanggung, mereka bisa terus setia menunggu update terbaru. Website akan menunjukkan keseriusan developer, sekaligus mempermudah user terhubung dengan anda.

Dengan melengkapi kontak, harapannya mereka dapat memberikan masukan kritik ataupun saran. Ini akan menjadi nilai tambah yang smpurna untuk mengembangkan produk lebih  terarah. Jangan lupa, cantumkan pula alamatnya di produk software anda.

3. Buat PAD file
Sebelum mulai mempublikasikan, buatlah file PAD (Portable Application Descriptor) untuk software anda. Meskipun hanya mengisi data, jangan dianggap sepele. Penjelasan detail yang disusun dengan baik penting untuk dilakukan. Buatlah deskripsi produk sedetail dan semenarik mungkin. Tonjolkan keunikan produk anda.

4. Mulai publikasikan
Sebagian besar situs portal download software menerima submisi dalam bentuk file PAD. Itulah mengapa anda harus benar-benar memperhatikan tips sebelumnya.

Pertama-tama, upload PAD ke repository AppVisor, lalu lanjutkan dengan mengirim PAD ke berbagai situs portal download. Beberapa situs hanya menerima dynamic PAD, yaitu PAD yang sudah diverifikasi dan disimpan pada repository AppVisor. Perlu diketahui, untuk kali pertama, anda harus menunggu 1 - 7 hari hingga PAD anda dapat diverifikasi di AppVisor.

5. Mulai lirik situs portal download yang lebih besar
Beberapa situs hanya melakukan submisi secara manual. Artinya, mereka benar-benar memperhatikan kualitas software yang ada. Bukan sembarang software bisa masuk ke dalam katalog; misalnya saja FileHippo.com. Ia adalah salah satu portal download terpopuler saat ini. Jadi, agar lirikan anda dibalas, populerkan dulu produk anda di situs-situs portal kecil dahulu.

Softpedia juga tergolong situs portal yang besar, namun ia masih memperbolehkan submisi dengan file PAD. Meski begitu, ada tim reviewer yang ditugaskan olehnya untuk memeriksa kualitas software anda.

Itu dia, sedikit TIPS dari Komputoo. Semoga bermanfaat...
Read more

Sabtu, 04 Februari 2017

Apa Itu PAD File? Developer Harus Tahu


Ketika pertama kali mempublikasikan software buatan saya, WProtect. Saya sempat sedikit bingung, karena banyak situs software di antaranya meminta data file PAD untuk disubmit. Dari situ saya mulai mengartikan file PAD sebagai file yang memuat informasi tetang software.

Akhirnya saya mencari tahu mengenai jenis file ini lebih jauh dan juga cara membuatnya.
Setelah browsing, saya bisa mendeskripsikan dengan lebih jelas mengenai file ini. Jadi, PAD adalah singkatan dari Portable Application Descriptor. Format file ini direpresentasikan dalam bentuk XML untuk mendeskripsikan keterangan sebuah software. Awalnya file ini diciptakan pada tahun 1998 oleh Association of Software Professionals dengan format yang dirancang untuk membantu pengembang perangkat lunak dan publisher menyediakan metode yang konsisten dan terstandar untuk mendistribusikan konten.

Dalam file ini terdapat insformasi mngenaui deskripsi produk, persyaratan dan detail produk-spesifik lainnya, website dan juga katalog software yang dimiliki. Dengan menggunakan format standar ini, webmaster dan para pemilik situs software akan lebih mudah mengoptimalkan proses listing program. Standar PAD menghemat waktu untuk publisher dalam mendistribusikan produk mereka.

Hari ini, lebih dari 50.000 publisher perangkat lunak dari seluruh dunia file menggunakan PAD untuk mendistribusikan lebih dari 250.000 aplikasi mereka pada 6.000 situs, direktori online, dan katalog yang mendukung submit software dalam format PAD.

Pengalamn pertama membuat file PAD saya lakukan secara online di situs PadBuilder:
http://www.padbuilder.com/

Beberapa hari kemudian, setelah versi baru WProtect siap dirilis, saya mencari lebih jauh tentang file PAD ini. Ternyata, hampir semua hal yang berkaitan dengan PAD ada komite khusus yang mengurusnya. Untuk menampung database PAD file, terdapat situs www.AppVisor.com yang berperan sebagai repository PAD ribuan developer ari seluruh dunia.

Jadi, bagi kalian yang telah mengembangkan software dan ingin menyebarluaskan ke publik, wajib hukumnya daftar sebagai publisher di AppVisor.
Read more

Jumat, 27 Januari 2017

Membuat Program Tidak Bisa Di-Kill Task Manager dengan LIBAK (Anti Kill Library)

Program firewall dan antivirus bukan hanya harus melindungi komputer klien dari virus. Itu saja masih belum cukup, ia harus bisa melindungi dirinya sendiri dari serangan virus itu sendiri. Kadang kala, virus jahil bisa mencoba membunuh proses antivirus sebelum si antivirus dapat membasminya.


LIBAK (Anti Kill Library) adalah shared library/dynamic link library yang baru saja dikembangkan oleh Komputoo untuk mengatasi permasalahan ini. Dengan sedikit bumbu rahasia, LIBAK dapat membantu program firewall anda dari serangan musuh.

LIBAK API
LIBAK sangat sederhana, namun handal, hanya ada 2 fungsi dan satu buah struktur data yang harus anda pahami untuk melindungi program anda.

PROTECTDATA Structure
Data ini berguna untuk menyimpan sesi proteksi yang telah dilakukan. Tidak penting untuk mengetahui isi struktur data ini, karena ini berkaitan dengan sistem kerja internal LIBAK.

typedef struct {
DWORD magic;
char oldtkprivs[0x1000];
} PROTECTDATA;

Protect() Function
Fungsi ini akan membuat program anda terlindungi dari pemberhentian paksa (kill), baik itu dari task manager ataupun dari metode lainnya.

BOOL Protect(PROTECTDATA *p);

Fungsi ini membutuhkan sebuah parameter berupa pointer ke PROTECTDATA yang sudah disediakan sebelumnya. Jika fungsi berhasil, akan dihasilkan return value selain 0. Begitu sebaliknya.

Unprotect() Function
Kebalikan dari fungsi Protect(), fungsi ini akan mengembalikan state program anda ke keadaan normal.

BOOL Unprotect(PROTECTDATA *p);

Parameter yang diperlukan adalah struktur ke PROTECTDATA yang sebelumnya sudah digunakan pada saat pemanggilan Protect(). Jika berhasil, nilai return value adalah selain 0.

EXAMPLE
Berikut contoh program sederhana yang mencoba mengimplemenasikan LIBAK API.

/** *
  * LIBAK demo
  * Build with : gcc test.c libak.dll -o test.exe
  * **/
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include "libak.h"

PROTECTDATA pd;
int main(){
if( !Protect(&pd) ){
printf("Protect failed\n");
exit(0);
}
printf("Now kill me if you can!\n");
getch();
if( !Unprotect(&pd) ){
printf("Unprotect failed\n");
exit(0);
}
printf("Now you can kill me\n");
getch();
}



NOTES
  • Unprotect() HARUS dipanggil sebelum keluar program. Jika tidak, BSOD.
  • Untuk menggunakan LIBAK, program anda harus berjalan sebagai administrator.
  • LIBAK hanya tersedia untuk keperluan non-komersil, penggunaannya harus disertai dengan teks lisensi.
  • Untuk keperluan komersil dan distribusi selain dalam bentuk dynamic link library (misal static library yang di-embed bersama program), harap hubungi admin.
  • Versi non-komersil hanya menyediakan header dan contoh untuk C.
  • Versi non-komersil hanya tersedia untuk Windows 7/8/8.1/10;
DOWNLOAD
LIBAK 1.0 (Free)
Password: komputoo


Read more