Tampilkan postingan dengan label Disk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Disk. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Februari 2017

Ukuran MySQL Terlalu Besar (1 GB+) : Hapus MYSQLSERVER.LIB


Selama ini banyak yag belum terlalu mmperhatikan bahwa ukuran binary MySQL melebihi ambang normal (1.2 GB), bahkan, saat tidak ada database sekalipun.

Dulu, pernah pengalaman instal WAMP. Belum genap 1000-an datanya, eh, tiba-tiba ada peringatan low disk space. Setelah ditelusuri, salah satu objek yang bisa dikorbankan ya, WAMP ini. Saya kira ini memang masalah dari MySQL yang dibundling oleh WAMP. Karena, setelah menginstall WTServer, ukuran disk yang diperlukan hanya 200 MB-an.

Hari ini, WAMP terinstall kembali, setelah saya tahu WTServer punya format tersendiri untuk .htaccess nya. Kali ini, saya telusuri kembali akar masalahnya. Dan, ternyata ada satu file aneh yang memakan memori hingga 900 MB: mysqlserver.lib. Untuk apa ada file ini di MySQL

Setahu saya, file ekstensi .lib hanya berguna untuk bagi siapa yang ingin membuat dan membangun program berbasis desktop yang terintegrasi library MySQL. Jadi, jika disini hanya ingin bekerja untuk web programming saja, menghapus file .lib akan aman-aman saja (100%). Bukan hanya di MySQL, jika ada file .lib lain di Apache atau PHP, kamu juga bisa menghapusnya kalu mau.

Sekian postingan tips dari Komputoo, semoga bermanfaat.
Read more

Kamis, 22 Desember 2016

Episode Membuat Sistem Operasi: Membuat dan Menyiapkan Virtual Disk


Daripada menggunakan disk asli, membuat OS jauh lebih aman dilakukan dengan disk virtual(virtual disk). Virtual disk biasanya dibuat dalam bentuk file. Isi dari file tersebut akan dijadiakn representasi dari seluruh konten disk. Berikut alternatif cara yang bisa anda lakukan untuk membuat dan meyiapkan virtual disk untuk keperluan pengembanagn sistem operasi.

Dengan OSFMount
Lewat menu File dan carilah sendiri. Cukup mudah, kok, untuk dipelajari sendiri.

Dengan bximage (Bochs) (Recommended for Windows User)
Buka program bximage.exe di Windows, lalu ikuti langkahnya.

Dengan dd (Recommended for Linux User)
Membuat disk.img berukuran 512 x 1000 byte. Ukuran lainnya, tinggal ubah parameter count.
dd if=/dev/zero of=/home/irvan/disk.img bs=512 count=1000

Tersedia juga dd untuk Windows yang bisa anda download sendiri dari Google.

Real disk?
Khusus linuxer, anda bisa menggunakan disk device anda langsung jika menggunakan QEMU. Misal flashdisk saya adalah /dev/sdc.
qemu-system-i386 /dev/sdc

Dengan /dev/ram0
Linuxer bisa menggunakan ramdisk device: /dev/ram0, /dev/ram1, /dev/ram2, …
Tiap device berukuraan 60 MB.


Format, Mount dan akses virtual disk
OSFMount (Recommended for Windows User)
Cukup mudah untuk dipelajari sendiri
Anda bisa format dari Explorer setelah virtual disk dipasang.

ImDisk
Cukup mudah untuk dipelajari sendiri
Anda bisa format dari Explorer setelah virtual disk dipasang.

Loopback device (linux) (Recommended for Linux User)
Setup loopback device dengan command:
losetup /dev/loop0 disk.img

Lalu format ke filesystem FAT:
mkdosfs /dev/loop0

Virtual disk akan muncul dan bisa di akses seperti disk biasa. Lakukan mount seperti mounting disk biasa, bahkan bisa juga langsung dari file manager; nautilus/konqueror.

Jika sudah tidak digunakan, lepas virtual disk:
losetup -d /dev/loop0

Hint: Ada lebih dari sattu loop device; /dev/loop0 - /dev/loop7

mount command (linux)
format ke filesystem FAT dulu:
mkdosfs disk.img

Format command : mount <device> <mount point>
misal: mount disk.img /lokasi/mount

Hint: Gunakan mkfs untuk pilihan filesystem lain

OK, sekarang virtual disk siap digunakan. Anda bisa menaruh semua file komponen sistem operasi anda di dalamnya. Meski demikian, file virtual disk belum bisa dijalankan sebelum menginstall bootloader. Jadi, tunggu tulisan berikutnya mengenai instalasi bootloader, ya.
See you later...
Read more

Rabu, 04 Maret 2015

Cara Memperbaiki Ubuntu Checking Disk Drive Error Setiap Booting


Setelah sekian kali mengalami kerusakan harddisk saya "hampir" kapok, tobat deh pokoknya "kalo bisa". Tapi bukan tobat yang sebenar-benarnya. Orang bilang tobat lombok. Setelah mengaku bersalah, saya ulangi lagi. hehehe :D

Awalnya saya suka gonta-ganti OS. Suka membuat virus sampai sistem rusak parah (Mentang-mentang punya CD Windows bajakan). Tapi pengalaman itu sudah lama sekali, dan akan selalu menjadi pelajaran berharga bagi saya. Sejak kerusakan terjadi, saya jadi mulai berhati-hati memperlakukan harddisk. Apalagi saya tahu, harddisk tipe ATA sudah mulai tergantikan oleh harddisk SATA. Akibatnya setiap terjadi kerusakan, gantinya ya, harddisk bekas. Meskipun demikian, saya masih sedikit merasa berat untuk tobat dan tidak mengulangi kesalahan.

Semenjak saya punya laptop baru, kelakuan saya semakin menjadi-jadi :v
Install ini itu, dibikin dual boot, dsb. Tidak terasa, namun dampaknya mulai terlihat setelah 2 tahun. Akhir-akhir ini saya coba macam-macam desktop environment di ubuntu saya. Ya, meskipun sudah jarang gonta ganti OS, intensitas pemakaian laptop saya lebih tinggi. Mungkin ini juga yang membuat harddisk saya mulai lapar, eh, capek...

Setiap boot, saya harus menunggu sistem melakukan scanning disk, dan setelah beberapa saat pasti ditemukan error. Bukan hanya itu, kira-kira setelah beberapa menit pemakaian desktop, tiba-tiba filesystem menjadi read-only. Jadi saya gak bisa apa-apa, selain melihat-lihat file. T_T

Ya, sepertinya ini awal dari tobat saya yang sebenarnya. Kalo sampai harddisk laptopnya rusak, wah, duit...
Awalnya saya coba install ulang, tapi tak ada efeknya. Tak setimpal dengan banyaknya data saya yang harus dikorbankan.
Percobaan kedua, saya masuk recovery mode, lalu menjalankan command fsck -f -p -c /dev/nama_device_root. Hmm, entah kenapa, saya rasa hasilnya kurang memuaskan.

Percobaan selanjutnya saya mengikuti sebuah postingan dari sebuah forum. dan Alhamdulillah, berhasil :) caranya sederhana, yaitu menggunakan command badblocks. Berikut ini langkahnya:
Pertama ketahui partisi root filesystem( / ), dengan menjalankan command mount.
Misalnya dalam system saya keluar hasil seperti berikut
irvan@irvan-Satellite-C800:~$ mount
/dev/sda5 on / type ext4 (rw,errors=continue)
proc on /proc type proc (rw,noexec,nosuid,nodev)
sysfs on /sys type sysfs (rw,noexec,nosuid,nodev)
none on /sys/fs/cgroup type tmpfs (rw)
none on /sys/fs/fuse/connections type fusectl (rw)
none on /sys/kernel/debug type debugfs (rw)
none on /sys/kernel/security type securityfs (rw)
udev on /dev type devtmpfs (rw,mode=0755)
devpts on /dev/pts type devpts (rw,noexec,nosuid,gid=5,mode=0620)
tmpfs on /run type tmpfs (rw,noexec,nosuid,size=10%,mode=0755)
none on /run/lock type tmpfs (rw,noexec,nosuid,nodev,size=5242880)
none on /run/shm type tmpfs (rw,nosuid,nodev)
none on /run/user type tmpfs (rw,noexec,nosuid,nodev,size=104857600,mode=0755)
none on /sys/fs/pstore type pstore (rw)
systemd on /sys/fs/cgroup/systemd type cgroup (rw,noexec,nosuid,nodev,none,name=systemd)
gvfsd-fuse on /run/user/1000/gvfs type fuse.gvfsd-fuse (rw,nosuid,nodev,user=irvan)
/dev/sda3 on /media/irvan/DATA type fuseblk (rw,nosuid,nodev,allow_other,default_permissions,blksize=4096)


Maka sekarang dapat diketahui, bahwa root berada pada /dev/sda5. Ok, sekarang jalankan perintah badblocks.
sudo badblocks -n -f /dev/sda5

*Ubah /dev/sda5 dengan lokasi partisi root anda sendiri.
*Jika error, coba masuk recovery mode saat boot.

Waktu scanning memang agak lama, tapi hasilnya memuaskan (y)
Anda senasib dengan saya? silahkan mencoba :)
Read more

Kamis, 22 Mei 2014

Mengatasi Kapasitas Flashdisk Menyusut Secara Tiba - Tiba

Pernahkah anda memiliki flashdisk berspace besar. Dan entah mengapa, tiba-tiba menyusut menjadi space lebih kecil?
Jangan kawatir. ini bukan berarti flashdisk yang kita beli palsu atau bajakan. Hal ini terjadi karena suatu hal tertentu membuat sebagian space dari flashdisk kita keluar dari bagian alokasi, bisa terjadi karena kecelakaan atau salah klik. Sampai saat ini saya belum tahu penyebab persisnya, tapi saya sudahtahu bagaimana mengatasi unallocated space pada flashdisk seperti ini.
Beberapa bulan yang lalu saya sempat membeli sebuah flashdisk berukuran 8 GB. Saya tergiur dengan harganya yang relatif murah. Cukup dengan 50 ribu saya mendapatkan flashdisk 8 GB, padahal harga normalnya mungkin berkisar 100 ribuan :D
Rencananya saya memakai flashdisk ini untuk mencoba menginstall beberapa distro linux ke USB, jadi flashdisk ini sering diformat. Belum genap 1 bulan, saya terkejut ketika mengetahui ukuran flashdisk saya tiba-tiba menyusut menjadi 4 GB! What the hell??? -_-
Saya sama sekali tidak merasa heran, mungkin flashdisk ini hanyalah flashdisk 4 GB biasa yang disulap oleh master komputer menjadi "terlihat seperti 8 GB". Yah, bisa ditebak dengan melihat harganya... :v
Tetapi ternyata saya salah, tebakan saya meleset. Setelah beberapa bulan saya menghiraukan hal ini, saya melihat ada yang aneh terjadi pada disk saya, seperti ini:

(Screenshot dari Google. Saya lupa mengambil screenshot sebelum diperbaiki)

Ok,langung saja saya jelaskan langkah-langkah menyatukan kembaliunallocated space ke bagian flashdisk yang telah teralokasi.
1. Backup data dari flashdisk ke komputer. Ini diperlukan karena kita harus melakukan format pada flashdisk.
2. Buka command prompt (cmd), jalankan sebagai administrator

3. Ketikkan perintah "diskpart"
4. Ketikkan perintah "list disk". Lalu akan muncul beberapa disk yang terpasang dalam komputer.
5. Ketikkan perintah "select x". Yang mana, x adalah nama nama disk flashdisk kita pada daftar.
6. Ketikkan perintah "clean". Perintah ini digunakan untuk menghapus informasi partisi pada flashdisk.
7. Ketikkan perintah "create partition primary". Setelah informasi partisi yang salah terhapus, kita buat informasi partisi baru yang benar dengan perintah ini. Jika berhasil akan muncul seperti ini:

8. Ketikkan perintah "exit"
9. Format flashdisk dan selesai.

*) Berikut secreenshot langkah lengkap mulai awal hingga akhir:

Setelah mengikuti beberapa langkah tersebut, insyaallah ukuran flashdisk anda akan kembali ke ukuran sebenarnya. Heheheh
Read more

Senin, 25 November 2013

Membuat RAM Disk/RAM Drive dengan ImDisk


Di Google banyak sekali ditemui artikel tentang cara menggunakan disk sebagai RAM, anda mungkin adalah salah satu netter yang sudah pernah menemukan hal demikian.

Saya rasa, artikel tersebut saat ini sudah tidak banyak dicari, karena mengingat banyaknya komputer dan laptop model baru yang telah dilengkapi RAM lebih besar.

Selain mengubah disk menjadi RAM, ternyata kita juga bisa melakukan kebalikannya :D
Inilah yang akan kita bahas kali ini, yaitu Bagaimana cara mengubah RAM menjadi disk?

Sebenarnya kata mengubah kurang tepat digunakan, karena disini kita tidak mengubah seluruh space untuk disk, akan tetapi kita hanya mengalokasikan sebagian dari keseluruhan space yang ada. Mengalokasikan memori RAM secara keseluruhan mustahil dilakukan, karena program yang kita jalankan dan sistem operasi yang sedang berjalan masih membutuhkannya.

Adapun beberapa keuntungan membuat RAM Disk adalah :
  • File dapat diakses lebih cepat. hal ini karena memori RAM dapat diakses lebih cepat daripada disk drive.
  • Mempercepat eksekusi. Jika anda suka bermain game atau mengoperasikan program berat, RAM Disk sangat cocok untuk meningkatkan performanya.
  • Aman. RAM jauh lebih tahan lama ketimbang disk. Penggunaan disk secara berkala dapat menurunkan usia disk, penggunaan RAM Disk dapat sedikit mengurangi penggunaan disk fisik.

Untuk melakukan hal ini, anda bisa menggunakan software virtual disk manager. Mengingat banyak software sejenis ini, saya mengingatkan disini kita hanya fokus pada ImDisk, untuk panduan dengan software lain silahkan mencoba telusuri artikel lain :)
Sebelum kita memulai percobaan, tentu anda harus memiliki softwarenya terlebih dahulu. Tenang saja, saya sudah sediakan linknya di bawah ini.

http://imdisk.en.lo4d.com/download

Setelah selesai mendownload, buka file dan jalankan instalasi seperti biasa. Setelah instalasi sukses, ImDisk dapat diakses melalui Start Menu -> Control Panel.


Pada jendela Control Panel, buka entri bernama ImDisk Virtual Disk Driver, untuk menampilkan jendela ImDisk dan mulai membuat disk. Jendela ImDisk seperti screenshoot di bawah ini.


 Untuk membuat disk, klik button "Mount new"


Sekarang waktunya kita mengisi parameter yang menentukan kriteria disk yang akan dibuat.
  • Image file : (kosongi).
  • Drive letter : lokasi disk setelah dibuat. misalnya E dapat diakses di E:\.
  • Size of virtual disk : ukuran RAM yang dialokasikan untuk disk. Pada kotak, isikan nilainya, lalu pilih satuannya dibawah : Bytes, Blocks, KB, MB atau GB. (1 Block = 512 byte).
  • Image file offset : biarkan tetap 0.
  • Device type : jenis disk yang akan muncul di my computer nantinya.
  • Image file access : jenis memori yang dialokasikan. Pilih "Create virtual disk in physical memory"
  • Removable media : jika dicentang, disk yang dibuat seperti flashdisk dan bisa di-eject.
  • Read-only media : jika dicentang, disk tidak bisa diisi file. jangan pernh dicentang!.
Setelah semua parameter dimasukkan, Klik button OK, dan anda telah mendapatkan disk dari alokasi RAM anda.

Saat anda membuka disk, atau sesaat setelah membuka My Computer anda akan menemukan jendela yang meminta anda memformat disk. Hal ini normal, karena disk belum memiliki filesystem(sistem berkas). Lakukan format seperti biasa, jika ukuran disk kecil gunakan filesystem FAT, FAT16 atau FAT32 saja, jika anda memilih NTFS, ukuran freespace biasanya banyak berkurang.


Menghapus Disk
Jika anda telah selesai menggunakan disk, anda bisa menghilangkannya dari My Computer, caranya adalah dengan masuk ke jendela ImDisk, pilih/klik disk yang akan dihilangkan pada tabel berjudul Currently mounted virtual disk, lalu klik Remove.

Terkadang anda akan juga menemui pesan warning seperti di bawah ini ketika mencoba me-remove disk.
Untuk menghindari hal ini, coba tutup semua jendela Windows Explorer sebelum me-remove. Jika tetap demikian, langsung klik Yes juga tidak apa-apa.

Sampai disini dulu postingan saya kali ini...

Selamat mencoba :)
Read more